Oleh karena itu, rencana penambahan bangunan tanpa melalui kesepakatan bersama dengan masyarakat menimbulkan reaksi keras dari warga.
Beberapa material bangunan telah terlihat di sekitar masjid, menandakan adanya aktivitas pembangunan.
Informasi tentang rencana pemugaran ini cepat menyebar melalui berbagai platform media sosial, dan banyak warga yang menyuarakan penolakan terhadap perubahan tersebut.
Salah satu unggahan di Facebook dengan username ‘Presiden Laut’ menyebutkan bahwa alasan untuk memperindah masjid dianggap bersifat subjektif dan tidak cukup kuat untuk dijadikan dasar renovasi.
Selain itu, tidak ada kajian yang menunjukkan bahwa pemugaran akan berdampak pada peningkatan jumlah jamaah yang beribadah di Masjid Keraton Liya.
