Beliau berkata: “Allah mengumpulkan mereka dengan orang-orang yang mereka cintai di dalam surga yaitu orang tua, istri dan anak keturunan mereka yang mukmin dan layak masuk surga. Sampai-sampai, Allah mengangkat derajat yang rendah menjadi tinggi tanpa mengurangi derajat keluarga yang tinggi (agar berkumpul di dalam surga yang sama derajatnya).”

Namun berkumpul dengan keluarga di surga tentu tidak mudah untuk dicapai. Dalam kisah yang dijelaskan Al-Qur’an, banyak keturunan/keluarga yang tidak lagi bisa bertemu di akhirat, seperti Nabi Nuh dengan putra dan istrinya, Asiyah yang solehah dengan suaminya Firaun dan Nabi Luth dengan istrinya. Namun bertemunya  keluarga besar di surga bukan pula sesuatu yang tidak mungkin.    

Melansir portaljember.com, Almarhum Syekh Ali Jaber pernah mengatakan bahwa sebuah keluarga bisa berkumpul bersama di dalam surga Allah.

Namun menurut beliau, tidak semua keluarga bisa merasakan hal yang demikian. Ada syarat yang harus dilakukan keluarga tersebut.

Syarat yang dimaksud sebenarnya bukanlah syarat khusus, akan tetapi lebih kepada bagaimana satu keluarga tersebut istiqamah dalam mengamalkannya.