Dikutip deskjabar.pikiranrakyat.com dari Buku Pintar Sejarah Islam karya Qasim A. Ibrahim, Nabi Muhammad memiliki nasab dari ibn Abdillah ibn Abdul Muthallib ibn Hasyim ibn Abdul Manaf ibn Qushayy ibn Kilab ibn Murrah ibn Ka’b ibn Lu’ay ibn Ghalib ibn Fihr ibn Malik ibn al-Nadhar Ibn Kinanah Ibn Khuzaymah Ibn Mudrikah ibn ilyas ibn Muddhar ibn Nazzar ibn Ma’add ibn ‘Adnan (‘Adnan adalah putra Isma’il).
Nasab inilah yang disepakati sejarawan dan ulama ahli nasab. Nasab beliau sesudah ‘Adnan masih diperdebatkan banyak ulama
Nabi Muhammad yatim sejak lahir. Ayahnya wafat ketika Nabi Muhammad masih dalam kandungan sang ibu.
Setelah Sayyidah Aminah melahirkan, ia mengirim utusan untuk menyampaikan kabar gembira kepada kakeknya Abdul Muthalib. Kemudian beliau membawa cucunya itu ke Ka’bah dan memberikan nama Muhammad, nama yang belum dikenal di kalangan Arab.
Muhammad dikhitan pada hari ketujuh setelah kelahirannya.
