Muhammad kemudian diasuh kakeknya Abdul Muthalib sampai usianya delapan tahun. Setelah kakeknya wafat, ia kemudian diasuh oleh pamannya, Abu Thalib.

Tanda-tanda kenabian sudah terlihat tatkala Muhammad berusia 12 tahun. Ketika itu Beliau sedang pergi ke Syam untuk berdagang. Di perjalanan, tepatnya di Bushra, ia bertemu dengan seorang pendeta bernama Buhaira.

Buhaira menyarankan Abu Thalib agar membawa kembali Muhammad Mekkah dan tak mengajaknya pergi ke Syam lagi. Ia juga menyuruh Abu Thalib untuk menjaganya dari orang-orang Yahudi.

Nabi Muhammad tumbuh menjadi seorang yang berbudi pekerti yang baik. Tanda-tanda kenabian juga terlihat dari sosok Rasulullah.

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah," firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 21.