"Korban berasal dari Barangka, Kabupaten Buton," tambahnya.
Pantauan telisik.id, petugas kepolisian mengevakuasi korban menggunakan APD lengkap. Selang beberapa saat, datang pula rombongan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau. Namun mereka enggan mengevaluasi korban karena takut tertular COVID-19.
Sekira tiga jam setelahnya, barulah petugas medis dari RSUD Kota Baubau tiba di lokasi kejadian. Karena lambat respon itu, warga sekitar berkerumun dan nyaris tak bisa dibubarkan petugas kepolisian.
"Jenazah korban sudah dibawa ke RSUD Kota Baubau untuk dilakukan rapid test dan autopsi," jelas Rio Tangkari.
Sementara itu istri korban, Narti mengaku, suaminya punya riwayat penyakit jantung dan lambung. Penyakitnya itu sudah terbilang lama, persisnya Narti tidak begitu ingat.
