Melansir Okezone.com, pandemi COVID-19 pada tahun lalu, lebih dari 2.000 terumbu karang buatan perusahaan telah ditempatkan di 25 lokasi di lepas pantai timur AS.
Perusahaan ini mengembangkan teknologi "kompos manusia" yang mengubah mayat manusia menjadi tanah. Di mana jenazah dibaringkan di dalam silinder baja tertutup, bersama dengan serpihan kayu, jerami dan potongan dari tumbuhan polong-polongan yang disebut alfalfa.
Baca Juga: Ilmuwan Temukan Bumi Semakin Panas
Di dalam tabung dilakukan pengomtrolan terhadap kandungan karbondioksida, nitrogen, oksigen, panas dan kelembaban yang memungkinkan mikroba dan bakteri berkembang biak.
Setelah 30 hari proses pengomposan tersebut, langkah selanjutnya dipindahkan dari tabung kemudian diawetkan dan diangin-anginkan selama beberapa pekan. Tanah dari proses tersebut disebarkan di hutan konservasi di negara bagian Washington yang dirawat dengan baik, dan keluarga juga dapat menyimpan tanah itu. (C)
