Selain itu, koordinasi lintas sektor juga diperkuat dengan melibatkan dinas pendidikan dan dinas kesehatan di daerah. Pendataan mencakup jumlah sekolah, jumlah siswa, hingga tingkat prevalensi stunting di masing-masing wilayah.

"Integritas data sangat penting, karena program ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda. Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dari pemenuhan gizi," ujar Dadan.

Di sisi lain, Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, sebelumnya mengungkapkan adanya opsi efisiensi dalam pelaksanaan program MBG. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah pengurangan frekuensi penyaluran dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.

"Jadi ada efisiensi juga dari MBG. Jadi ada pengurangan cukup banyak tuh, yang dia bilang saja Rp 40 triliun hitungan pertama kasar, tetapi bisa lebih. Bukan saya motong ya, memang dia melakukan sendiri, karena dia (BGN) bilang masih bisa ada efisiensi dengan keadaan seperti sekarang ini," katanya.

Meski demikian, Presiden Prabowo Subianto memastikan bahwa program MBG tetap menjadi prioritas pemerintah di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia menegaskan bahwa kondisi global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah, tidak akan menghentikan program tersebut.