"Kesan saya secara keseluruhan adalah bahwa setiap orang yang ragu-ragu dan mengira Gibran adalah seorang petinju ringan yang tidak tahu apa-apa telah terbukti sepenuhnya salah. Dia sangat siap untuk debat dan menunjukkan bahwa dia memiliki pemahaman yang sangat baik mengenai isu-isu ekonomi,” kata Alexander Arifianto, peneliti di S Rajaratnam School of International Studies di Singapura (RSIS), dikutip dari Bisnis.com.
Baca Juga: TPN Ganjar-Mahfud Gerah Gibran Kembali Langgar Aturan Debat Kampanye Pilpres 2024
Al Jazeera pun menyoroti pencalonan Gibran sejak Oktober, di mana banyak kontroversi yang akhirnya menimbulkan tuduhan “nepo baby” dan politik dinasti yang dibangun Presiden Joko Widodo.
Tanpa pengalaman politik selain dua tahun menjabat sebagai wali kota Surakarta di Jawa Tengah, Gibran dituduh mengikuti jejak ayahnya – Joko Widodo juga menjabat sebagai Wali Kota Surakarta – dan tidak memiliki bonafide dibandingkan kandidat pesaingnya.
Pencalonan Gibran difasilitasi oleh keputusan kontroversial Mahkamah Konstitusi (MK) pada Oktober yang melonggarkan persyaratan usia minimum untuk calon presiden dan wakil presiden. (C)
