"Awalnya sudah diiyakan tapi kami juga tahu kenapa batal, mungkin ada pembicaraan ulang dengan pihak perusahaan sehingga sampai saat ini belum ada kepastian dibuka atau tetap ditutup," terangnya.
Sementara itu, Kapolsek Kodeoha, Iptu Sakti mengungkapkan, untuk mengatasipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya berusaha menenangkan warga sambil membangun komunikasi dengan pihak kontraktor untuk mencari solusi terbaik.
"Dengan begitu, warga tetap dapat melaut dan pihak kontraktor yang terdesak waktu dapat menyelesaikan pekerjaannya, jadi kami meminta warga tetap sabar," pintanya.
Terpisah, perwakilan nelayan, Kalamuddin, S.Ag menjelaskan, awalnya masyarakat gembira usai mendapat informasi jika Pemdes dan Camat Kodeoha telah berkomunikasi dengan Pemda dan menginyakan untuk membuka sementara muara sungai yang telah ditutup.
"Dalam rapat juga sudah diputuskan bahwa Pemda telah memerintahkan untuk membuka kembali muara tersebut, setelah kami menunggu berjam-jam di lokasi ternyata pihak kontraktor menolak," katanya.
