Alasan memilih Mahfud juga disampaikan oleh mantan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Andi Widjajanto. Dia menilai, menjatuhkan pilihan kepada Mahfud sebagai pendamping Ganjar merupakan keputusan yang tepat.

“Ya, karena Pak Mahfud memiliki pengalaman yang luas selain sebagai intelektual dalam bidang hukum. Dia punya pengalaman yang cukup banyak di lembaga eksekutif, legislatif, maupun di yudikatif,” jelas Andi yang kini bergabung dalam Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Presiden sebagai Deputi Politik, kepada Telisik usai pengumuman bacawapres Mahfud MD.

Andi mengakui, ada beberapa nama yang masuk dalam kajian sebelum pilihan jatuh pada Mahfud. Nama lain yakni Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno dan mantan Panglima TNI, Andika Perkasa.

Usai diumumkan sebagai bacawapres, Mahfud mengaku merasa terhormat dan bangga. Dia berjanji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan dan bertekad mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia. Mahfud dengan lantang mengatakan, bersama Ganjar akan mewujudkan cita-cita Bung Karno dan Bung Hatta untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.

Mahfud pun menjanjikan akan melakukan pembenahan di bidang hukum dan penegakan demokrasi. “Jika penegakkan hukum dilakukan dengan benar, setengah masalah dari bangsa ini Insya Allah tuntas,” kata Mahfud.