Menanggapi harapan-harapan dan permintaan Megawati, Jokowi yang turut hadir di Rakernas IV PDIP mengakui, pangan menjadi kunci hidup dan mati suatu bangsa. Dia mengungkapkan, yang menyebabkan pangan semakin naik harganya adalah 19 negara saat ini tidak lagi mengekspor pangan.

“Bahkan tadi pagi saya baca, bukan 19 lagi tetapi 22 negara saat ini sudah tidak mau mengekspor bahan pangannya, termasuk di dalamnya adalah beras. Ada Uganda, Rusia, India, Bangladesh, Pakistan, dan Myanmar terakhir juga akan masuk lagi tidak mengekspor bahan pangannya,” ungkap Jokowi.

Jokowi mengaku khawatir jika kondisi ini terus berlangsung sehingga memengaruhi kenaikan harga bahan pokok pangan. “Sehingga sekali lagi saya sangat setuju apa yang tadi disampaikan oleh Ibu Ketua Umum, Bu Mega semuanya setuju,” ujarnya.

Dia menyebutkan, jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 278 juta dan penduduk dunia lebih dari 8 miliar. Jokowi memperkirakan, jumlah penduduk Indonesia pada 2030 sudah mencapai 310 juta karena pertumbuhan penduduk di Tanah Air naik 1,25 persen per tahun.

“Sepuluh tahun ke depan visi taktis itu harus kita miliki, plan yang detil, rencana yang detil itu harus kita miliki sehingga jelas berapa waktu yang harus kita siapkan, berapa embung yang harus kita siapkan, berapa kilometer irigasi yang harus kita siapkan. Rencana detil itu ada, dan kapan itu bisa kita selesaikan,” paparnya.