Beberapa langkah dan tindakan juga dilakukan. Antara lain pembentukan tim investigasi dan evakuasi lintas unit, penutupan enam ruangan yang terdampak oleh Puslabfor, hingga penutupan terbatas pada satu ruangan terdampak untuk investigasi berikutnya. Sementara proses evakuasi dan pemindahan koleksi benda bersejarah perlahan dilakukan pada lima ruangan lainnya.
Sejak Senin (18/9/2023), kata Mahendra, pihaknya telah memulai proses evakuasi koleksi dari area terdampak ke ruangan penyimpanan sementara dan didampingi pihak kepolisian. Selain itu, juga melakukan inventarisasi untuk memastikan bahwa setiap benda bersejarah tercatat dengan akurat dan akan mendapatkan perawatan yang diperlukan selama periode pemulihan ini.
“Beberapa di antaranya tidak mengalami kerusakan atau utuh, sementara yang lain mengalami tingkat kerusakan yang bervariasi,” ujar Mahendra.
Proses evakuasi dilakukan dengan mengerahkan tim ahli untuk mengangkat puing serta diawasi dan diarahkan oleh tim evakuasi koleksi. Menurut Mahendra, upaya itu dilakukan agar dapat mengambil tindakan yang tepat dalam pengangkatan koleksi sejarah maupun material bangunan yang terbakar.
Mahendra mengatakan, akan memberikan rincian tentang daftar koleksi-koleksi yang terdampak serta langkah penanganan dan restorasi koleksi setelah hasil investigasi resmi diperoleh dari Puslabfor Polri.
