“Iya, saya sekarang provokator demi kebenaran dan keadilan. Enak wae (enak saja, red), ngerti kan? Ngerti kan yang dimaksud? Ya sudah,” katanya.

Menjadi provokator, bagi Megawati, dilatarbelakangi oleh keterusikan pada partainya. Dia tidak inigin PDIP menjadi sasaran serangan dari pihak lain.

“Sama anak-anak saya sendiri bilang, ‘Kok Ibu Ketum sekarang berubah ya, tukang ngamuk saja?’ Eh enak saja, kalau enggak diamukin sudah dipanahin mulu badannya, bantengnya keok. Tahu enggak?” tegasnya.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tidak mengundang Presiden Jokowi dan putranya Gibran Rakabuming Raka, yang sebelumnya merupakan kader PDIP, untuk hadir di Rakernas V. Jokowi dan Gibran dinilai tidak sejalan lagi dengan ideologi PDIP yang menjunjung tinggi kebenaran dan konstitusi.

“(Mengundang Jokowi dan Gibran) sudah bertentangan, bukan hanya pada AD/ART partai, melainkan juga pada konstitusi negara,” ujar Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, saat konferensi pers di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (24/5/2024).