Dalam uji coba belajar tatap muka, di SMPN 9 menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Para siswa yang mengikuti belajar tatap muka harus memperlihatkan surat izin dari orang tua agar bisa diizinkan mengikuti ulangan semester.
"Kami mengirim surat izin pada orang tua, tadi kami masuk dalam kelas untuk membuktikan, jangan sampai ada yang masuk belum ada surat izin, ternyata semua lengkap," ujar Kepala SMPN 9 Kendari, Milwan.
Pihak sekolah juga mengeluarkan kebijakan menutup kantin sekolah dan meminta siswa membawa bekal secukupnya, agar interaksi dengan pihak luar bisa diminimalisir untuk mencegah penyebaran COVID-19 di sekolah.
"Prosedur yang diwajibkan pada satuan pendidikan yakni, menyiapkan pengukur suhu, menyiapkan tempat cuci tangan, kita sterilkan, kemudian siswa diminta membawa bekal yang cukup, kantin kita tutup," lanjutnya.
Mencegah terjadinya kerumunan karena jumlah siswa sekira 600 orang, pihak sekolah membagi waktu kedatangan siswa, lima hari pertama diberikan waktu untuk siswa kelas VIII untuk mengikuti ulangan semester, kemudian kelas VII akan mengikuti ujian semester pekan selanjutnya.
