Anak-anak kecil tersebut satu per satu maju dan duduk bersila di hadapan para tokoh adat untuk dimulai acara tradisi Piharoano Ana-Ana Ngkaelu. Kemudian akan disuap dengan beberapa menu makanan oleh wanita yang berpakaian baju adat Buton kepada anak-anak tadi satu persatu.

Usai menyuapkan makanan, para wanita tersebut melanjutkan dengan membelai lembut kepala para anak-anak kecil tersebut dengan penuh kasih sayang. Tradisi itu, kerap dilakukan bersamaan dengan memperingati 10 Muharam pada setiap tahunnya.

“Tradisi Piharoano Ana-Ana Ngkaelu sedapat mungkin tidak hanya dilakukan ditempat ini tetapi kiranya bisa dilakukan secara pribadi di rumah-rumah masyarakat,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Buton Selatan, La Ode Haerudin, Selasa (16/7/2024).

Diketahui, tradisi tersebut bukan hanya dikenal oleh masyarakat pada wilayah Kabupaten Buton melainkan di seluruh wilayah yang masuk kekuasaan Kesultanan Buton.

Hingga saat ini, aktivitas tersebut masih terus dilestarikan dan dilakukan oleh masyarakat Pulau Buton yang mana dalam bahasa Wolio tradisi tersebut dinamai dengan Pekandeana Ana-Ana Maelu. (C)