Paslon yang ingin bermain bersih dan ingin terpilih tanpa money politik maka, kata Najib, langkah yang perlu dilakukan adalah melahirkan gerakan "tolak money politik" dan di dalam gerakan itu masyarakat ikut berpartisipasi.

"Gerakan seperti pernah dilakukan di Pilkada 2015 di Konawe Utara dan itu berhasil dilakukan," kata Najib, Selasa (24/11/2020).

Kendati ada upaya menolak money politik, tak bisa dipungkiri money politik sudah menjadi tradisi saat pesta demokrasi. Menjelang hari terakhir kampanye, dosen Ilmu Politik UHO ini menilai, besar kemungkinan praktek money politik akan terjadi. Utamanya bagi Paslon yang memiliki modal besar.

Baca juga: Ingin Alumni Pimpin Surabaya, IKBA ITATS Deklarasi Dukung Paslon ErJi

Praktek money politik, lanjut Najib, dapat berjalan mulus didukung dengan perilaku pemilih di Sultra yang cenderung yang masih tergiur dengan "serangan fajar".