"Sejak Uji klinis tahap I hingga uji klinis tahap III, membutuhkan kerja keras tim sekitar 8 bulan. Jika lancar uji klinis tahap III ini akan selesai sebelum Agustus 2022, kemudian akan dilanjutkan dengan evaluasi enam bulan hingga setahun ke depan," kata Yetty.

Selain itu, Medical Advisor Tim Uji Klinis Vaksin COVID-19 BUMN Soedjatmiko menambahkan, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang paling umum dilaporkan yaitu nyeri lokal di sekitar area suntik dan nyeri otot dengan intensitas ringan, demam pasca penyuntikan yang hilang dalam kurun waktu 1 hingga 2 hari.

Adapun dalam proses pengujian, setiap relawan akan mendapatkan dua kali suntikan dengan rentang waktu 28 hari, dan relawan diminta untuk melaporkan apabila mengalami KIPI.

Para relawan juga akan dipantau selama satu tahun ke depan guna memastikan keamanan serta keefektifan vaksin dalam memunculkan kekebalan dalam tubuh.

"Jadi uji klinis ini bertujuan untuk membuktikan bahwa vaksin COVID-19 buatan Bio Farma ini aman dapat meningkatkan kadar antibodi untuk melawan virus COVID-19, sehingga diharapkan berkhasiat melindungi subjek dari sakit berat dan kematian karena COVID-19 sesuai standar BPOM," kata dia.