Soedjatmiko lantas mengharapkan vaksin BUMN dapat menjadi modal kemandirian bangsa dalam sektor kesehatan, sehingga nantinya Indonesia tidak perlu impor vaksin COVID-19 dari negara lain.
Baca Juga: Sambut HUT ke-77 RI, Istana Undang 500 Santri Malam Ini
Selain vaksin BUMN, dikutip dari nusadaily.com, terdapat juga sejumlah universitas dan lembaga lainnya yang mengembangkan vaksin Merah Putih.
Di antaranya Universitas Airlangga dengan vaksin inactivated virus. LBM Eijkman dengan vaksin subunit protein rekombinan, serta vaksin dari LIPI dengan metode protein rekombinan modifikasi RBD.
Kemudian, ITB dengan metode sub unit protein rekombinan dan Adenovirus vector. Lalu UI dengan metode pengembangan DNA, mRNA, dan platform virus like-particles.
