Rotasi Bumi dan gaya sentrifugal menjaga kabel tersebut tetap tegang, memungkinkan kendaraan yang disebut climber (pendaki) bergerak naik-turun menggunakan tenaga listrik.
Melalui konsep ini, pengangkutan barang dan manusia ke orbit tidak lagi bergantung penuh pada peluncuran roket. Presiden ISEC, Pete Swan, mengibaratkan sistem ini seperti membangun jembatan permanen menuju luar angkasa.
"Kami benar-benar mendorong pembangunan infrastruktur permanen, seperti jembatan yang menggantikan feri untuk menyeberangi sungai," kata Swan seperti dikutip dari The New York Post, Sabtu (12/9/2026).
Penggunaan energi listrik memungkinkan perjalanan rutin ke luar angkasa tanpa boros bahan bakar seperti roket konvensional. Meski demikian, rintangan terbesar lift luar angkasa ada pada penyediaan material kabel.
Kabel ideal wajib berbobot super ringan namun berdaya tahan jauh melampaui baja agar sanggup menahan beban kendaraan tanpa runtuh oleh gravitasinya sendiri.
