Setelah sekian lama menjadikan graphene (material tipis berbahan atom karbon) sebagai kandidat utama, para peneliti kini mulai memusatkan perhatian mereka pada graphene polikristalin.

Berbeda dengan graphene kristal tunggal, varian polikristalin terdiri dari butiran kristal terinterkoneksi yang lebih mudah diproduksi dalam skala besar.

Potensi produksi masal ini menjadi kunci utama, mengingat kebutuhan kabel lift luar angkasa yang fantastis, mencapai 100.000 kilometer dari pelabuhan khatulistiwa hingga jauh melampaui orbit geostasioner.

ISEC merancang kabel ini menggunakan tumpukan ribuan lembaran graphene. Meski dimensinya sangat masif, kabel tersebut secara visual hampir tidak terlihat dari Bumi.

Pada momen tertentu, orang di Bumi mungkin hanya menyaksikan kilau cahaya tipis dari pantulan matahari pada kabelnya. Beruntung, teknologi manufaktur graphene kini terus maju menuju skala produksi yang lebih besar.