Salah satu pendorong berkembangnya optimisme ini adalah terobosan dalam produksi graphene. Para insinyur Korea Selatan berhasil membuat graphene polikristalin sepanjang 1.000 meter dengan lebar setengah meter pada kecepatan produksi dua meter per menit.

Walaupun masih terpaut jauh dari kebutuhan kabel antariksa, produksi skala kilometer ini dinilai sebagai batu loncatan yang sangat vital, dilansir dari Detik, Sabtu (12/9/2026).

Kini, fokus tidak lagi sekadar menguji kekuatan material di laboratorium. Para ilmuwan harus membuktikan bahwa graphene tersebut siap diproduksi massal, disambungkan secara presisi, diluncurkan, dirakit di ruang angkasa, dan mampu bertahan dalam jangka panjang.

Begitu kabel terbentang, kendaraan climber bertenaga listrik akan merayap naik menembus gravitasi Bumi. Butuh waktu sekitar dua minggu dalam perhitungan ISEC untuk mencapai orbit geostasioner (GEO) di ketinggian 35.786 kilometer.

Di area GEO inilah gaya rotasi Bumi mulai mengambil peran, kabel bagian luar terdorong keluar sehingga seluruh rantai struktur tetap terpasang tegang.