Menariknya, selepas melintasi GEO, muatan tak lagi bergantung penuh pada mesin penggeraknya. Energi putaran Bumi justru dimanfaatkan untuk memberikan dorongan ekstra, memungkinkan muatan dilepas ke luar angkasa dengan kecepatan sangat tinggi.
Dampaknya tak sekadar menghemat peluncuran dari Bumi, tetapi juga mengubah peta perjalanan antariksa.
Waktu tempuh ke Bulan diperkirakan cuma memakan waktu 14 jam, dibandingkan teknologi masa kini yang membutuhkan bertali-tali hari.
Begitu pula dengan perjalanan ke Mars yang sanggup dipangkas menjadi 61–120 hari, dengan jendela keberangkatan yang bisa dibuka hampir kapan saja.
"Saya yakin sepuluh tahun pertama lift luar angkasa akan menjadi misi logistik, hanya memindahkan barang ke atas," ujar Swan dengan yakin.
