Baca Juga: Tak Hanya Syahadat, Ternyata Ini Syarat Lain Masuk Islam

Tuntunan ini menjadi lentera bagi para sahabat ketika gelisah. Seperti Abu Bakar RA yang marah besar kepada Musthah, orang yang telah dirawat dan dinafkahinya, namun justru ikut memfitnah Aisyah RA dalam tragedi khabar al-ifki. Abu Bakar hendak mengusir Musthah. Tetapi, ketika teringat tuntunan Nabi tersebut, ia mengurungkan niatnya.

Ketiga, memaafkan adalah tabungan akhirat yang tak bernilai. Dalam Al-Qur’an surat as-Syura ayat 40, Allah SWT berfirman: "Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim."

''Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya menjadi tanggungan Allah.'' Saat menafsirkan ayat ini, Imam al-Hasan RA meriwayatkan, ''Pada hari kiamat nanti, semua manusia akan dibawa ke hadapan Allah kemudian ada yang menyeru, 'Tidak boleh berdiri kecuali orang yang mempunyai simpanan pahala di sisi Allah'. Ternyata, tidak ada yang berdiri kecuali orang-orang yang pernah memaafkan orang lain kala hidup di dunia.'' (C)

Penulis: Haerani Hambali