Tatanan yang pernah ditawarkan Bung Karno dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SU PBB) 1960, di saat dunia pada waktu itu terbelah menjadi blok barat dan timur, tatanan baru untuk membangun dunia kembali, yang menjunjung tinggi kemanusiaan, kesetaraan dan keadilan.
Membangun kehidupan dunia yang adil dan beradab, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.
"Tinggalkan alam liberal yang telah gagal dan mendapatkan perlawanan rakyat di mana-mana, dengan percaya kepada kekuatan sendiri, mari kembali menegakkan serta melaksanakan Pasal 33 UUD 45," serunya.
Karena katanya, sesungguhnya bukan hanya demokrasi politik saja yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa, tetapi juga demokrasi ekonomi, sosio demokrasi, dengan menjadikan masyarakat sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Baca juga: Kemungkinan Salat Jumat Diadakan Lebih dari Satu Gelombang
