Oleh: Dr. Usmar, SE, M.M

Dekan Fakultas Ekonomi Univ. Moestopo (Beragama), Jakarta & Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Nasional

AGNES Heller seorang filsuf dan dosen dari Hongaria mengatakan bahwa “politik identitas adalah gerakan politik yang fokus perhatianya pada “perbedaan” sebagai satu kategori politik utama".

Politik identitas muncul atas kesadaran individu untuk mengelaborasi identitas yang partikular, baik dalam bentuk relasi seksual, maupun dalam identitas primordial etnik dan agama.

Politik identitas adalah sebuah alat politik suatu kelompok, seperti etnis, suku, budaya, agama atau yang lainnya untuk tujuan tertentu, baik sebagai bentuk perlawanan atau sebagai alat untuk menunjukan jati diri suatu kelompok tersebut.