Ilmuwan yang lahir pada 1917 itu menemukan teori kekacauan dalam memprediksi cuaca. Namun siapa sangka, teori itu justru berkembang dengan sangat luas. Bahkan teori itu kini berkembang menjadi cabang baru dalam matematika dan menjadi salah satu ide penting pada abad ke-20.
Bagi kita, mungkin ini tampak seperti ide yang aneh dan berlebih-lebihan. Namun teori kekacauan ini sangat praktikal. Memaknai perubahan kecil yang mampu membuat perubahan besar sangat berguna di banyak bidang kehidupan. Ide itu menimbulkan imajinasi dan terkenal sebagai Butterfly’s effect.
Efek kupu-kupu menunjukkan bagaimana perubahan yang sangat kecil dapat membangkitkan keluaran yang berbeda bahkan sangat jauh dari yang diperkirakan. Ibaratnya kepakan kupu-kupu memengaruhi rapat renggangnya udara, sehingga mengubah cuaca di suatu belahan bumi.
Salam 3B, semangat kebangsaan. Salam 3B merupakan sapaan yang terdiri atas akronim dari bersama, bersatu, bersaudara. Bersama kita bisa, bersatu kita kuat, bersaudara kita rukun. Kalimat yang sudah sangat akrab di lingkungan warga Kementerian Agama. Salam ini diperkenalkan pertama kali oleh Kepala Kanwil Kemenag Sultra H. Zainal Mustamin tak berselang lama setelah ia dilantik.
Salam dengan membentuk 3 jari dengan melengkungkan telunjuk dan ibu jari ini tak pernah luput dipekikkan dalam setiap ruang dan waktu. Menjadi warna di setiap aktivitas untuk memberikan sugesti dan energi positif bagi seluruh warganya.
