Oleh: Dr. H. Muh. Ikhsan, M.Ag

Dosen Pemikiran Islam IAIN Kendari

DUNIA hari ini bergerak secara horizontal. Manusia berpindah dari satu layar ke layar lain, dari satu ruang digital ke ruang digital berikutnya, tanpa pernah benar-benar berhenti. Jari lebih sering menunduk daripada kepala yang menengadah.

Informasi berlimpah, tetapi keheningan semakin langka. Di tengah lanskap seperti ini, peristiwa Isra Miraj hadir bukan sekadar sebagai kisah mukjizat masa lalu, melainkan sebagai cermin kritis bagi kesadaran manusia modern.

Isra Miraj adalah perjalanan ganda: Isra sebagai gerak horizontal menyusuri bumi, sejarah, dan realitas sosial; Miraj sebagai gerak vertikal mendaki langit kesadaran menuju Tuhan. Keduanya tidak dapat dipisahkan.