Membaca Isra Miraj di era digital berarti menyadari bahwa manusia bukan sekadar pengguna teknologi, tetapi makhluk bermakna yang membutuhkan orientasi ruhani. Algoritma boleh mengatur preferensi, tetapi tidak boleh menentukan nilai. Dunia boleh bergerak horizontal sejauh apa pun, tetapi tanpa spiritualitas vertikal, ia hanya akan berputar tanpa arah.

Pada akhirnya, Isra Miraj adalah undangan abadi: naiklah sejenak ke langit kesadaran, lalu turunlah kembali untuk memanusiakan bumi. Di dunia yang terlalu sibuk bergerak ke samping, manusia justru paling membutuhkan keberanian untuk menengadah. (*)

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS