Selain itu, dari beberapa kegiatan yang dilakukan, menyita perhatian masyarakat. Seperti penyuluhan ekoenzim, dimana masyarakat diajarkan cara memanfaatkan limbah sayuran, diolah menjadi berbagai keperluan rumah tangga.
"Kami mencoba menjelaskan kepada masyarakat untuk menjaga wilayah pesisir dan mengimbau agar masyarakat memanfaatkan bahan-bahan sayuran yang sudah tidak layak makan, untuk dikelola kembali menjadi sabun, parfum dan lain-lainnya," jelasnya, Selasa (6/6/2023).
Ketua panitia, Hardianti mengungkapkan bahwa penyuluhan ekoenzim ini baru diketahui oleh masyarakat sekitar, sehingga mereka sangat antusias bahkan ingin mengambil hasil praktek dari panitia untuk dicoba juga.
Baca Juga: 26.000 Warga Pulau Kabaena Bombana Bakal Nikmati Listrik 24 Jam
"Pertama kalinya mereka mendengar ekoenzim itu, mereka langsung antusias bahkan ingin mengambil produk yang sudah kami buat di praktek itu," tuturnya.
