Seolah-olah, PDIP kesal dengan Jokowi juga melakukan serangkaian serangan politik terhadap Jokowi untuk kepentingan masyarakat, padahal Jokowi adalah tetap kader dari PDIP, bahkan tak bisa dimungkiri bahwa Jokowi adalah Presiden yang terpilih dari PDIP.

Sisi lain, jangan lupakan pula PDIP juga sempat melirik bahkan Gibran masuk menjadi enam nama yang dipertimbangkan menjadi kandidat cawapres Ganjar Pranowo. Nama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjadi yang teranyar dalam daftar tersebut.

Namun, tergantung keputusan MK terkait permohonan uji materi mengenai ambang batas minimal syarat capres dan cawapres. Hanya saja Putusan MK menghadirkan polemik sekaligus respons negatif dari publik, sehingga tak kurang dari dua hari pasca putusan MK, PDIP mengumumkan Mahfud MD sebagai cawapres Ganjar pada 18 Oktober 2023. Ini menunjukkan pilihan mengusung Mahfud sebagai cawapres juga adalah strategi sekaligus mencegah respons negatif masyarakat terhadap PDIP.

Artinya, adanya upaya strategi politik dari PDIP, tetapi juga strategi ini memungkinkan blunder berupa penurunan kepercayaan masyarakat terhadap PDIP. Sehingga, bukan mendongkrak perolehan suara PDIP, malah membuat masyarakat tak mempercayai PDIP.

Menggunakan bahasa Sarkas anak muda sekarang, PDIP sedang melakukan lawak politik. Seperti menyerang Jokowi, tetapi Jokowi adalah tetap bagian dari kader PDIP. Apalagi jelas, PDIP tetap ingin membiarkan Jokowi menjabat sebagai Presiden hingga berakhir sesuai ketentuan konstitusi semata.