Sehingga diharapkan dari polemik interupsi pengusulan hak angket ini dapat menghadirkan penurunan elektabilitas dari Pasangan Prabowo-Gibran, juga menggerus simpatik dukungan serta suara dari pasangan Prabowo-Gibran saat di Pemilu 2024 nanti.
Utama sasarannya adalah untuk merebut suara pemilih loyal dari personal Jokowi untuk memilih PDIP dan pasangan Ganjar-Mahfud.
Sisi lain yang perlu disampaikan adalah dikhawatirkan hak angket ini jika bergulir, layaknya hak angket sebelumnya yang pernah dilakukan oleh partai pendukung pemerintah untuk sekadar mendapatkan respons positif berupa dukungan publik terhadap partai itu dan citra positif terhadap institusi DPR semata.
Namun, tak menutup kemungkinan seperti Hak Angket Century sekadar mengungkapkan nama-nama yang bertanggung jawab atas polemik dari Putusan MK, tetapi tidak diikuti adanya upaya serius tindak lanjut berikutnya.
PDIP sebenarnya juga sedang melakukan perilaku politik janggal, karena Jokowi adalah kader PDIP, partainya yang mengusung Jokowi. PDIP juga menunjukkan sikap ingin Jokowi menyelesaikan akhir jabatannya sesuai dengan konstitusi.
