3. Masyarakat, yakni lingkungan di luar dari lingkungan keluarga dan sekolah, yang cakupannya lebih besar dan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kebiasaan dan tumbuh kembang anak. Namun pada masa pandemi COVID-19, adanya pembatasan aktivitas sehingga menyulitkan bagi anak untuk melakukan interaksi di luar dari lingkungan keluarga dan sekolah. Tetapi tetap kembali pada lingkungan yang utama, yakni lingkungan keluarga.

Gerakan membumikan literasi dapat berjalan dengan baik jika didukung oleh semua aktor pembangunan, dalam hal ini adalah pemerintah, pihak swasta dan masyarakat. Di tengah pandemi COVID-19, membumikan gerakan literasi di lingkungan keluarga adalah hal yang paling tepat. Salah satunya bisa dilakukan dengan peran aktif orang tua dalam membimbing anak dalam belajar serta memberikan batasan terhadap penggunaan smartphone.

Perkembangan teknologi informasi diharapkan harus berbanding lurus dengan gerakan literasi. Gerakan literasi harus mampu diwujudkan dalam lingkungan keluarga. Karena di manapun kita berada, semua akan kembali kepada lingkungan keluarga. (*)