Bahkan tentang “sembuh”, seorang anggota DPR RI melalui video youtube ketus mengatakan, “Tak boleh lagi terjadi tiga hari rawat inap, pasien dipulangkan. Harus sampai sembuh.”  

Sembuh dalam versi pelaku medis, terkesan kerap tak melihat si pasien masih lemah fisik (tak tahu pula bagaimana secara psikologis). Padahal, tentu saja, yang demikian ini cuma pelaku medis yang tahu.

Belum lagi embel-embel penegasan si petugas medis: “menurut dokter pasien sudah boleh pulang” atau “masih banyak pasien baru yang antre mau masuk” atau berupa kalimat sindiran “apakah pasien nggak kangen rumah?

Ada pula yang terkesan menakut-takuti keluarga pasien. Si petugas medis akan berkata kepada keluarga pasien: rumah sakit tempat penyakit lho!

Pernyataan yang terakhir itu membuktikan, Jakarta sudah keliru mengganti sebutan Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat. Apalagi, kalau pem-bezoek yang sakit seperti pilek, batuk, dan flu, sampai lolos masuk mem-bezoek pasien rawat inap.