Dignitas dokter, yang karena jasanya menunjukkan level dan keutamaan sehingga bisa naik dan bisa pula turun. Karena itu ia lebih dekat dengan kata “harkat” dalam bahasa Indonesia atau attributed dignity atau extrinsic dignity. Bukan kata “martabat.”
Sementara, dignitas pasien lebih menekankan aspek kesamaan antar manusia. Karena itu, dignitas pasien adalah stabil dan tidak berubah selama pasien itu berwujud manusia. Dignitasnya tidak akan berubah walaupun manusia itu kehilangan sebagian anggota badannya atau sakit.
Dalam bahasa Indonesia dignitas pasien dimaknai sebagai “martabat” dari bahasa Arab “martabah”, yang berarti kedudukan atau peringkat utama atau mulia. Sering pula disebut martabat manusia, yang dihubungkan dengan istilah intrinsic dignity.
Dokter dipandang sebagai profesi mulia (noble profession) atau jabatan mulia (officium nobile) karena ia selalu menjaga martabat masyarakat. Artinya, kemuliaan jabatan dokter dan profesi dokter terletak pada seberapa besar ia menjaga martabat manusia atau masyarakat. Dalam beberapa literatur, profesi dokter juga disebut masyarakat moral (moral community) karena memiliki dan menjaga cita-cita dan nilai bersama.
Bangunan Pondasi Lapis Tujuh
