Baca juga: Mahasiswa Segel Gedung Rektorat IAIN Kendari
Misalnya, melaksanakan manajemen plan yang baik, tidak baik bahkan yang mengalami degradasi. Yang kemudian bisa menyebabkan cagar biosfer ini bisa saja di evaluasi bahkan di cabut statusnya.
"Nah untuk Wakatobi, kita kan sudah ada manajemen plan. Terkait rencana pengelolaan cagar biosfer ini. Sehingga dalam pelaksanaan saat ini menjadi acuan. Terutama terintegrasinya rencana pembangunan daerah di Wakatobi," terangnya.
Sementara itu, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda), Nur Desiaty Djalal,SE M.Si mengatakan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Wakatobi mulai 2005 sampai 2025, Wakatobi menjadi Biodiversitas Bumi.
"Tentu setiap RPJM yang disusun tiap lima tahun mengarah kesitu. Alhamdulillah kita di tahun ini, walaupun tidak secara eksklusif digambarkan tetapi program ini sudah dijalankan pada tiap OPD," ucap Desi.
