Selain itu, Desi melanjutkan, secara konkrit dalam menjaga dan melestarikan cagar biosfer ini, bisa dilihat dari program baik itu pendidikan untuk melestarikan budaya, lingkungan. Sama halnya dengan ekonomi kreatif, dengan pemberdayaan produk lokal.

Baca juga: Demo Tuntut Pemecatan Oknum Dosen IAIN Kendari Ricuh

"Maka sampai tahun kemarin 2019, kita mengadakan forum besar. Terkait eksistensi cagar biosfer, dimana Wakatobi sudah menyandang itu sejak di tetapkan 2012," lanjutnya.

Sebelumnya, Unesco menetapkan tiga cagar biosfer baru di Indonesia. Kini Indonesia memiliki 19 cagar biosfer seluas 29.9 juta ha yang menjadi bagian dari World Network of Biosphere Reserves.

Penetapan Unesco terhadap tiga cagar biosfer Indonesia itu, masing-masing Bunaken Tangkoko Minahasa (746.412 ha), Karimunjawa Jepara Muria (1.23 juta ha) dan Merapi Merbabu Menoreh (254.876 ha).