Distribusi air bersih itu akan terus dilakukan dua hari sekali secara bergantian baik oleh BPBD maupun PMI Jember.

Bahkan PMI Jember terus melakukan asesmen pada warga terdampak, jika kebutuhan air bersih warga di musim kemarau meningkat, proses distribusi akan dilakukan setiap hari.

Sekedar diketahui, krisis air bersih itu sebenarnya sudah mulai dirasakan oleh warga sejak Bulan Februari 2022 lalu. Tercatat warga Kelurahan Gebang yang kesulitan air bersih ada 700 KK. Sementara di Kelurahan Jember Lor tercatat ada 250 KK. Data tersebut masih bisa berkembang di sejumlah daerah lainnya di Jember. (B)

Penulis: Try Wahyudi Ari Setyawan

Editor: Haerani Hambali