Baca juga: 2021 Guru Honorer Berpeluang Diangkat Jadi PNS

“Seharusnya Menag bersuara lantang soal penghancuran moral bangsa itu. Tidak malah diam saja. Dan mestinya beliau serius menghadirkan keteladanan menjadi Muslim Moderat yang Rahmatan lil alamin. Bukan justru terkesan phobia terhadap bermunculannya anak-anak muda good looking, bisa berbahasa Arab dan apalagi Hafidh (penghafal Al Quran) yang ikut memakmurkan dan mengurusi Masjid, yang justru potensial menjadi generasi penerus penyelamat bangsa dengan moral dan laku beragama yang moderat dan rahmatan lil alamin,” pungkasnya.

Sementara Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah menilai, Fachrul Razi memiliki masalah dengan pengetahuannya tentang sosial masyarakat Islam di Indonesia secara moderen, di mana saat ini merupakan zamannya orang keren dan good looking.

"Kalau Pak menteri tidak suka pemuda rapi ke masjid, mungkin maksudnya supaya yang rapi ke pesta aja dan ke masjid kumal aja," ujarnya.

Menurut Fahri, Fachrul Razi seharusnya mensyukuri perkembangan Islam sebagai energi peradaban Indonesia. Islam telah menjadi energi melawan kolonial dan Islam akan menjadi energi bagi masa depan Indonesia yang maju dan berperadaban.