Sehingga wajar, jika Kaesang begitu populer dan elektabilitasnya tinggi. Sebab memang daerah Jawa Tengah adalah basis Keluarga Jokowi. Meski harus diakui pula, Jawa Tengah masih kandang Banteng, tetapi Kaesang tak perlu ciut nyali, sebab umumnya pemilih di negeri ini masih mengedepankan figur ketimbang identitas dari partai politik.
Tak mengherankan misalnya, jika Bambang Pacul sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jawa Tengah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kalah dari segi elektabilitas dengan Kaesang.
Kaesang populer dan elektabilitasnya tinggi selain karena figur Kaesang yang merupakan anaknya Presiden Jokowi, juga karena kepuasan terhadap kinerja Jokowi sebagai Presiden masih memperoleh sentimen positif dari publik sebesar 61,3 persen.
Hanya saja, diyakini Kaesang akan mendapatkan lawan berat yakni dari PDIP. Meski begitu kekuatan PDIP tidak segarang dulu. Jawa Tengah yang dianggap kandang Banteng telah mengalami penurunan kursi dan suara drastis.
Fakta penurunan suara PDIP di Jawa Tengah disertai fakta berikutnya bahwa keluarga Jokowi memang patut layak diperhitungkan. Sehingga Jawa Tengah dianggap menjadi basis dapil keluarga Jokowi yang sejajar dengan kepopuleran PDIP yang mengatakan Jawa Tengah adalah kandang banteng. Kedua fakta itu menjadi sisi menarik Pilkada Jawa Tengah.
