"Juga keunikan nama Te'e Moane yang diartikan laki-laki dan Lula yang diartikan telanjang. Dimana di te'e lula dahulu banyak kaum laki-laki yang datang untuk mandi di tempat ini," ungkap La Asiru selaku tokoh adat Desa Kulati.
Ia menjelaskan, diantara tujuh sumber mata air tersebut terdapat satu mata air yang amat sering dikunjungi oleh masyarakat maupun para pengunjung. Hal ini disebabkan letaknya terdapat dalam goa kecil dan mata air yang jernih.
"Te'e famakuni merupakan mata air yang paling digemari. Mata air ini memiliki dua rasa, jika pada saat surut rasa air akan tawar namun bila pasang airnya akan berasa tawar," ungkapnya.
Mata air tersebut 10 meter kedalam dan terdiri dari batu-batuan licin. Sekarang mata air tersebut dimanfaatkan sebagai sumber mata air masyarakat desa yang dipompa keledeng-ledeng rumah.
Selain bermanfaat, tempat tersebut juga rupanya menyimpan cerita misteri.
