"Dahulu banyak yang jatuh di tempat tersebut. Karena tebing orang jadi penasaran untuk melihat atau menengok ke dalam. Berdasarkan kepercanyaan dari sejarah masyarakat, kalau di atas Wa Suruha dan yang di bawah Wa tarima. Jadi ada yang mendorong di atas bila berperilaku kurang baik atau terkesan tidak ramah," ujarnya.
"Namun ajaibnya ketika jatuh orang tersebut tidak akan mendapatkan luka yang serius, padahal dasar mata airnya merupakan batu mungkin itulah ada Wa Tarima atau yang menerima di bawah," tutupnya. (A)
Reporter: Boy Candra Ferniawan
Editor: Fitrah Nugraha
