KENDARI, TELISIK.ID - Sedimen tanah dari kawasan BTN Al-Fath yang terbawa air ke pemukiman warga RW 14, Kelurahan Watulondo, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, sampai saat ini belum ada kejelasan terkait pembersihan dan ganti rugi kepada masyarakat terdampak.
Amiruddin Alle (39) pemilik toko sembako dan makanan beku di seberang jalan BTN Al-Fath, mengeluh sebab sampai saat ini belum dilakukan pembersihan, utamanya area jalan raya, seperti yang pernah dijanjikan oleh pihak pengembang BTN Al-Fath.
“Belum dibersihkan. Malahan tambah parah debu. Ndak (diturunkan alat berat untuk mengeruk, seperti yang dijanjikan). Masyarakat kasihan, mereka bilang ndak didengarkanmi suaranya,” keluhnya, Kamis (14/3/2024).
Muhammad Rusdi Rudi, Lurah Watulondo menegaskan, akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Kota Kendari, apabila tidak ada penanganan serius dari pihak BTN.
Rusdi bahkan menyebutkan, sedimen yang ikut terbawa air dan menumpuk di jalan raya, sudah mencapai ketebalan lebih dari 20 centimeter.
