Namun informasi terbaru dari lurah, hingga pukul 08:00 Wita, Jumat (15/3/2024), belum juga dilakukan pembersihan.

Sebelumnya diberitakan Telisik.id, warga meminta agar Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) pembangunan BTN Al-Fath diperiksa kembali sebab ada perbedaan antara rencana dan realisasi pembangunan.

“Amdalnya coba dicek ulang. Diperjanjiannya mereka akan talud dan segala macam. Tapi realisasinya mereka membangun (perumahan) dulu. Harusnya kan penahan dulu baru intinya,” sebutnya, Sabtu (9/3/2024).

Baca Juga: RS Santa Anna Kendari Beroperasi Kembali Usai Kebanjiran, Buka Hanya Empat Poli

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Kendari, Haris Sarihi mengatakan, pihaknya telah memberikan arahan kepada developer untuk bertanggung jawab mengatasi pekerjaan yang mengakibatkan dampak banjir dan lumpur bagi masyarakat.