"Dulu waktu kelas 6 SD saat pertama kali memeluk Islam, saya hanya akan mengenakan hijab saat akan pergi mengaji. Syukurnya lagi ceramah tentang keistimewaan dan kewajiban berhijab ini datang tepat satu atau dua bulan sebelum saya balig. Hal itu membekas sekali, karena setelah itu saya langsung mempraktikannya," ujarnya

Baca Juga: Perjalanan Hidayah Amoy: Dari Benci Suara Azan hingga Mendirikan Majelis Pengajian untuk Mualaf

Dengan hal-hal baru yang ia temukan, Mutiara lebih ingin mengetahui Islam lebih dalam, keinginannya itu mengantarkan Mutiara kepada salah satu ayat suci Al-Quran yaitu doa permohonan keteguhan iman yang terdapat pada surat Ali Imran ayat 8 yang berlafaz  "Rabbana laa tuzigh quluubanaa ba'da iz hadaitanaa wa hab lanaa mil ladungka rohmah, innaka angtal wahhaab"

Yang artinya "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi".

Mutiara berharap kisah perjalanannya dapat menjadi inspirasi bagi orang lain yang sedang mencari kebenaranan. Ia berpesan, jika kamu ingin mempelajari Islam, maka yang dicari adalah kebenaran bukan pembenaran, karena saya yakin kamu akan kagum dengan fakta-fakta yang akan kamu temukan. (A)