Hanya saja, Nasdem dan PKS masih menimbang Khofifah-Emil dengan belum menentukan pilihan dan mengambil keputusan politik. Tulisan ini ingin mengulas denyut rendah Pilkada Jawa Timur.

Calon Tunggal Hal Mustahil

Meski Khofifah-Emil begitu kuat, tetapi diyakini Jawa Timur tak akan terjadi fenomena calon tunggal pasangan Khofifah-Emil melawan kotak kosong. Kedua partai politik peraih suara pertama dan kedua yakni PKB dan PDIP telah memberikan sinyal memungkinkan akan berkoalisi dan mengupayakan menghadirkan pasangan calon alternatif untuk melawan pasangan Khofifah-Emil. PKB dan PDIP masing-masing partai ini juga punya kans untuk mengusung calon pasangan gubernur dan wakil gubernur di Jawa Timur sendiri.

PKB telah memberikan sinyal menolak mengusung Khofifah-Emil. Alasan PKB jelas tak mengusung Khofifah selaku petahana karena kinerjanya selama memimpin masyarakat Jawa Timur, dinilai oleh PKB kurang berprestasi.

Sinyal menolak Khofifah-Emil ditunjukkan oleh PDIP dengan mengumbar sejumlah nama. Ini terjadi karena PDIP kecewa, Khofifah sudah menentukan pilihan wakilnya dengan tetap bekerjasama bersama pasangannya saat ini yakni Emil Dardak.