Terakhir, loyalitas para menterinya tidak tunggal, sehingga publik membaca gangguan dari dalam terjadi karena Pemerintahan Prabowo ini terecoki oleh persaingan politik antara “kubu Hambalang” dengan “geng Solo”. Sehingga, sejak lama orang-orang terdekat Presiden Prabowo menyatakan Pemerintahan tidak berjalan solid bahkan visi-misi Presiden tidak sepenuhnya diimpementasikan oleh beberapa pembantu presiden.

Jadi, berbagai dinamika internal ini, didukung pula oleh fakta yang membuat semakin karut-marut adalah mereka yang membantu Presiden Prabowo tidak punya kepekaan sosial maupun empati terhadap kondisi masyarakat, sehingga terjadi kontradiktif, ketika Presiden Prabowo menekankan agar keputusan dan kebijakan untuk kepentingan rakyat, tetapi para pembantu presiden cenderung bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

Ini menunjukkan saat ini dalam proses pengelolaan pemerintahan, beberapa pembantu presiden masih mengalami kebingungan menterjemahkan kepentingan rakyat dan berpihak kepada rakyat, sesuai arahan dari Presiden Prabowo. Karut-marut internal pemerintahan yang mengesankan pemerintahan saat ini sedang tidak baik-baik saja, dan mengenai kudeta ditenggarai sekadar pemilihan diksi yang sensasional semata. (*)

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS