Sementara itu dilansir dari harianaceh, untuk Ditjen Dukcapil, dialokasikan dana Rp 282 miliar. Anggaran ini untuk melakukan pengembangan sistem sinkronisasi data kependudukan dan data pemilih hingga menyiapkan data penduduk potensial pemilih.
"Untuk Dukcapil sebesar Rp 282 miliar, antara lain untuk pengembangan sistem sinkronisasi data kependudukan dengan sistem data pemilih atau Sidalih, penyiapan data penduduk potensial pemilih atau DP4, fasilitasi pencatatan perubahan kewarganegaraan, percepatan penyelesaian perekaman pencetakan KTP elektronik," kata Tito.
Dia berharap Pemilu Serentak 2024 dapat berjalan secara aman dan demokratis. Tidak hanya itu, tingkat partisipasi pemilih juga diharapkan terus meningkat.
"Kita harapkan pemilu serentak yang mungkin pertama kali di tahun yang sama, antara pilpres-pileg nasional, daerah, serta para kepala daerah ini dapat betul-betul berlangsung aman dan dalam suasana yang demokratis dan tentu kita harapkan partisipasi pemilih juga tinggi," ujar Tito. (C)
Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim
