Baca juga: Stok Beras di Kolaka Bertambah, Warga Sukses Panen Padi di Tengah Wabah Corona

Untuk pembuatan hand senitizer, Pemkab berkerja sama dengan kelompok masyarakat di Desa Bangkali, Kecamatan Watoputeh dengan memanfaatkan air aren (kameko) yang selama ini diproduksi menjadi minuman keras tradisional. Air nira enau itu setelah diolah, menghasilkan kadar alkohol yang mencapai 70 persen. Kemudian, untuk dijadikan hand senitizer, dicampurkan kembali dengan  daun sirih, serai dan beberapa zat lain.

"Sudah diuji laboratorium. Saat ini dalam proses kemasan untuk dibagikan ke warga dan perkantoran," ungkapnya.

Produksi hand sanitizer dari bahan baku aren akan terus dilakukan dengan tujuan bisa menambah penghasilan masyarakat.

"Saya ingin merubah mindset masyarakat yang tadinya mengolah aren menjadi miras, menjadi hand sanitizer yang bernilai ekonomis," tukasnya.