JAKARTA, TELISIK.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tito Karnavian, mengungkapkan dugaan permainan dalam asesmen aparat penegak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Hal itu diungkapkan Tito, dalam acara Peluncuran Buku Kajian Evaluatif Penanganan Pelanggaran Pilkada 2020 yang diselenggarakan Bawaslu RI.

Tito bercerita, mengalami hiruk pikuk pertarungan untuk pengisian jabatan Bawaslu maupun di Komisi Pemilihan Umum (KPU), sama seperti pemilihan umum saat menjadi Kapolda di Papua tahun 2012-2014 dan Kapolda Metro Jaya tahun 2015-2016.

“Di tingkat kabupaten saja, pertarungan antar kandidat untuk naruh orangnya, untuk memenangkan mereka. Dan transaksional banyak sekali. Apalagi yang ad-hoc di tingkat kecamatan, jumlah kecamatannya ada 5000 lebih lebih se-Indonesia”, ungkap Tito dalam keterangannya secara virtual, Kamis (26/8/2021).

Kata Tito, Bawaslu dan KPU adalah lembaga yang memiliki perwakilan di tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga di kecamatan.