Namun demikian, ia menegaskan pemerintah tidak anti teknologi. Penguasaan digital skill, AI, dan coding tetap menjadi keharusan di masa depan, namun harus diimbangi dengan tanggung jawab moral dan etika digital.
Dalam kurikulum baru, Kemendikdasmen telah memasukkan coding dan kecerdasan buatan (AI) sebagai mata pelajaran pilihan.
Abdul Mu’ti juga mendorong penerapan deep learning yang menekankan deep reading, deep thinking, dan refleksi, bukan sekadar kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Ia juga menegaskan penting membangun sekolah yang aman dan nyaman, agar anak-anak dapat belajar dengan gembira, bermakna, dan memiliki tujuan hidup yang jelas.
Baca Juga: Pemancing Meninggal Terseret Arus Deras di Perairan Bungkutoko Konawe Selatan
